Kamis, 04 Juli 2013

Traveling ke KL-SINGAPURA-PENANG MALAYSIA (1)


Day 1 (Selasa, 18 Juni 2013)


                                                 Hotel NEW WINNER Brickfields

Saya pergi berempat bersama 3 teman kantor cewek semua, menuju Kuala Lumpur dari Palembang. Jadwal flight pesawat kami jam 17.55 kemudian di delay menjadi 18.55. saya sudah sampai di bandara SMB II jam 15.30. karena sudah waktu sholat ashar saya sholat dulu di masjid depan bandara karena waktu check in jam 16.30, saya bersantai dulu di masjid sampai jam 16.00. masuk bandara siap check in dan bayar airport tax RP. 100.000. sambil nunggu flight kami foto-foto dan makan snack yang dibawa. Kami sampai di bandara LCCT KL kemudian turun dari pesawat dan berjalan cukup jauh ke gedung bandara, karena ini pengalaman pertama kami sampai di LCCT jadi kami mengikuti arah jalan keluar orang-orang banyak yang satu pesawat dengan kami. Kami heran kenapa tidak ada pemeriksaan X-ray dan counter imigrasi masuk malaysia. Jadi kami keluar begitu saja sama dengan penumpang lainnya (hal ini yang nantinya menimbulkan masalah saat kami menuju Singapura). Sebelum membeli tiket Aerobus menuju KL sentral, kami ke money changer untuk menukar uang ternyata nilai kurs ringgit cukup mahal ( 1 RM = 3400 IDR ) jadi kami menarik uang ringgit di ATM bank Malaysia menggunakan kartu ATM Mandiri (1 RM = 3200 IDR), lumayan selisihnya. Harga tiket Aerobus 8 RM, keluar bandara lalu berjalan ke arah kiri di sana banyak parkir bus menuju KL sentral, bus berwarna kuning yaitu Aerobus dan bus berwarna Merah adalah Skybus yang harganya 9 RM. Kami naik Aerobus, busnya bersih, ber-AC dan tempat duduknya empuk, kalau di Indonesia mirip bus Damri bandara. Sampai KL sentral sudah jam 11. 15 malam kami menuju lantai atas yaitu loket kereta antarbangsa (KTMB) tapi ternyata kereta sudah berangkat, kemudian kami bertanya pada makcik penjaga di KL sentral apakah ada kereta lain, makcik tsb menjelaskan kalau kereta ke Singapura Cuma ada pagi dan malam jam 11,  jadi kami terlambat, kemudian kami bertanya dimana mushola karena kami belum sholat, makcik juga menjelaskan kalau mushola atau surau dalam bahasa melayu hanya dibuka pada jam-jam sholat saja dan ada peraturan kami tidak boleh tidur di mushola dan KL sentral akan ditutup setelah jam 11 malam, jadi makcik memberi kami brosur hotel murah di sekitar KL sentral yang ada petanya. Tanpa buang waktu kami turun dari KL sentral dan bertanya letak hotel yang ada di brosur. Kami berjalan menyeberang dari KL sentral mengikuti petunjuk arah di brosur dan sesekali bertanya dengan orang yang lewat. Bisa anda bayangkan kami cewek berempat jam 12 malam berkeliaran di jalan sambil membawa backpack dan memegang brosur hotel-hotel murah di sekitar KL sentral. Kami tambah was-was karena sepanjang jalan yang kami temui banyak orang india apalagi jalan yang kami lalui adalah jalan belakang hotel-hotel yang sedikit gelap. Kami melihat my hotel dan di dapanya tertulis tarif hotel 98 RM per kamar yang dapat diisi 2 orang, harga segini tidak termasuk list hotel untuk budget backpacker jadi kami lanjut jalan lagi, lalu saya melihat POD’S  backpacker hostel di gedung seperti ruko lantai 2, tetapi kami salah masuk ke gedung di bawahnya yang ternyata kasino (he...he). oops kami salah masuk gedung disana berderet komputer, saya pikir wajar kalau hostel menyediakan komputer untuk tamunya ternyata itu adalah kasino kecil, banyak orang india di sana dan saya bertanya apakah masih ada kamar kosong disini, yang jaga counter bilang kalau kami salah masuk gedung, hostel ada di samping atas dari tempat ini. Kami langsung secepatnya kabur diikuti pandangan mata seluruh pemain judi di kasino abal-abal tsb. Malangnya POD’S backpacker hostel sudah full (saya tahu tentang POD’S dari hasil surfing di internet sebelum traveling). Lanjut jalan lagi kami melihat Joy Inn yang lokasinya di atas minimarket bernama sama, tapi harga 1 kamar untuk berdua juga 98 RM, masih mahal juga. Lalu kami menyeberang jalan dari joy inn kami melihat new winner hotel dengan harga yang lebih murah untuk family room dengan dua queen bed yang bisa untuk 4 orang kami mendapatkan harga 90 RM. Akhirnya kami memilih New Winner hotel untuk istirahat malam ini. Hotel ini memiliki kamar mandi dalam, AC dan TV. Cukup bagus untuk harga segitu. Ini di luar itenary yang sudah kami susun. Kalau pesawat tidak delay kami akan melanjutkan perjalanan ke Singapura menggunakan kereta api dan tidur di kereta. Tapi kenyataan berkata lain, tapi inilah esensi dari backpacker harus siap dengan kondisi tak terduga seperti ini.


                                           kondisi kamar hotel seharga 90 RM untuk berempat


                                     Parkiran sebelah kiri LCCT dimana ada aerobus dan skybus


NB: kami memang tidak booking hostel waktu di indonesia sebelumnya, just go show saja karena lebih  fleksibel dalam mengatur perjalanan kami. List hotel yang sudah saya buat hasil browsing bukan di daerah Brickfields KL sentral melainkan di Chinatown. Pada akhirnya kami tetap menggunakan New Winner Hotel dengan alasan strategis dekat dengan KL sentral.

1 komentar: